Friday, March 12, 2010

World's Best Dad
























A man above is...

Glitter Graphics
[Glitterfy.com - *Glitter Graphics*]

Tuhan Sudah Mati??

Ini salah satu pernyataan yang cukup menarik perhatian saya pada saat kuliah Teori Kriminologi Post-Modern, kemarin (11-03-10), kurang dari 24 jam yang lalu. Pemikiran ini dinyatakan oleh Nietzche. Jujur, ketika saya memulai kuliah kemarin pagi, saya sama sekali tidak tahu apalagi mengenal siapa itu Nietzche. Tuhan dianggap "telah mati" karena kini masyarakat tidak lagi pergi beribadah dengan tujuan secara murni untuk beribadah kepada Tuhan mereka, melainkan untuk kepentingan atau maksud-maksud lain. Misalnya, ibu-ibu pengajian yang rutin mengadakan pengajian tiap minggu banyak yang hanya sibuk mengurusi masalah pembelian seragam baru. Masalah yang menurut saya sepele, tetapi menjadi begitu penting bagi mereka hingga membuat mereka tidak lagi datang mengaji murni untuk beribadah. Contoh lain, ketika seorang Nasrani kaya raya pergi ke gereja dekat rumahnya pada hari Minggu dengan mengendarai Jaguar atau mobil sejenisnya. Bisa saja terselubung rasa untuk pamer, dan lagi-lagi tidak murni untuk beribadah.
Iya, itulah potret masyarakat masa kini. Mungkin termasuk saya. Bagaimana dengan Anda?
Jadi, apakah Tuhan benar sudah mati? :)

* Inilah Nietzche

Sunday, February 14, 2010

White-Collar Crime

tulisan ini dibuat sebagai tugas untuk mata kuliah Enterprise and White-Collar Crime.
dlarang keras mengutip tanpa penulisan sumber yaa....

White-collar crime adalah suatu kejahatan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki status sosial tinggi dalam rangkaian dari jabatannya (Sutherland, 1940). White-collar crime atau biasa disebut dengan kejahatan kerah putih adalah suatu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh seorang individu ataupun kelompok yang memiliki status sosial yang tinggi dan terkait dengan pekerjaannya. Jadi seseorang disebut telah melakukan white-collar crime apabila ia melakukan suatu tindakan kejahatan dengan memanfaatkan kewenangan atau kekuasaan yang ia miliki yang berhubungan dengan pekerjaannya. Fokus utama dari white-collar crime adalah masalah sosial dan ekonomi. Karena permasalahan white-collar crime pasti berhubungan dengan masalah sosial dan biasanya juga terkait masalah ekonomi.
Konsep white-collar crime yang terkenal dari Sutherland, yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang terhormat yang berhubungan dengan pelaksanaan jabatan pekerjaannya yang sah.1 Jadi sesuai dengan konsep Sutherland tersebut, dapat diartikan bahwa white-collar crime dilakukan oleh para pelaku profesional yang terhormat. Pelaku tersebut menjadikan tindakan yang dilakukannya tersebut sebagai cara untuk mencari nafkah, sehingga pada akhirnya mencapai tahapan profesional yang diakui oleh pelaku-pelaku sejenisnya. Dalam tahapan profesional ini pelaku tidak lagi mudah tertangkap karena pelaku tersebut memiliki kekuasaan yang terkait dengan kedudukannya dalam pergaulan kelas atas. Dalam kasus white-collar crime tertentu, para pelakunya tidak mengakui bahwa dirinya adalah sebagai penjahat, tetapi mereka mengakui bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan yang melanggar hukum. Kejahatan yang dikategorikan sebagai white-collar crime tidak didasarkan pada bentuk tindakan yang merugikan tetapi lebih diutamakan didasarkan pada ciri pelakunya.2
Fokus awal adalah pada pelaku dari white-collar crime itu sendiri, yaitu white collar criminals. Definisi dasar dari konsep white-collar crime mengacu pada pelakunya, yaitu “orang dari kelas sosial ekonomi tinggi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum yang dibuat untuk mengatur pekerjaannya” (Sutherland, 1968:58). Pada dasarnya bentuk white-collar crime lebih merugikan dibandingkan dengan bentuk kejahatan konvensional. Karena biasanya white-collar crime dilakukan dalam skala yang lebih besar karena memang para pelaku white-collar crime berasal dari anggota kelompok sosial ekonomi tinggi. Ini jauh berbeda dengan kapasitas kemampuan dan kekuasaan dari para pelaku bentuk kejahatan konvensional yang banyak berasal dari anggota kelompok sosial ekonomi yang lebih rendah.
Ada beberapa tipologi dari white-collar crime. Tipologi tersebut antara lain: white-collar crime yang terjadi antara individu terhadap individu, pekerja terhadap pekerjaannya, pembuat kebijakan terhadap pekerjanya, agen korporasi terhadap agen publik (masyarakat), dan yang terjadi antara pedagang terhadap pembelinya (Bloch dan Geis, 1970, p. 301). Contoh dari white-collar crime yang terjadi antara individu terhadap individu adalah dokter terhadap pasiennya. Dalam pembuatan resep, seorang dokter bisa saja menuliskan resep dimana obat-obatan yang ada dalam resep tersebut hanya dapat ditebus di apotek milik dokter tersebut, maka secara tidak langsung jika pasiennya membeli obat-obatan di apotek milik dokter tersebut, sang dokter dapat menerima keuntungannya. Contoh lain dari white-collar crime yang terjadi antara individu terhadap individu adalah penasehat hukum atau pengacara terhadap kliennya.
Sedangkan contoh dari white-collar crime yang terjadi antara pekerja terhadap pekerjanya adalah penggelapan barang milik seorang karyawan yang dilakukan oleh atasannya sendiri. Misalnya, X adalah seorang pembantu rumah tangga dari Y, Y “meminjam” barang milik X tanpa mengembalikannya, dengan alasan bahwa Y menganggap dirinya memiliki kekuasaan atas X, karena Y merasa stasus sosialnya lebih tinggi dibandingkan dengan X. Contoh dari white-collar crime yang dilakukan oleh pembuat kebijakan terhadap pekerjanya adalah kasus ketiadaan kejujuran. Misalnya, seorang pembuat peraturan kerja pada perusahaan X, terlepas dari hak atau wewenangnya untuk membuat peraturan, ia juga mengatasnamakan peraturan sebagai demi kesejahteraan buruh, walaupun sebenarnya keuntungan pribadi dan keuntungan perusahaanlah yang menjadi tujuannya. Jelas hal ini adalah merupakan suatu bentuk penipuan.
Sedangkan contoh dari white-collar crime yang terjadi antara agen korporasi terhadap agen public (masyarakat) adalah bentuk penipuan iklan. Misalnya, perusahaan jasa telekomunikasi yang memasang iklan di media cetak dan media massa dengan mengobral janji biaya semurah-murahnya, tetapi dibalik iklan yang menarik tersebut terselip syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku yang tidak dijelaskan secara gamblang. Tidak jarang syarat-syarat dan ketentuan tersebut hanya ditulis kecil-kecil dipojok iklan yang sulit untuk dibaca pelanggan. Dan ini merupakan bentuk penipuan terhadap pelanggan.
Sedangkan untuk tipologi yang terakhir yaitu white-collar crime yang terjadi antara pedagang terhadap pembelinya, contohnya adalah penipuan terhadap pelanggan. Misalnya dalam kasus penimbunan minyak tanah. Dalam kondisi minyak tanah yang sedang langka banyak terdapat oknum-oknum pedagang yang dengan sengaja menimbun minyak tanah, dan ketika ada pembeli yang datang mereka mengatakan bahwa minyak tanah telah habis. Dengan begitu harga minyak tanah akan melambung tinggi, dan pada saat itulah para pedagang tersebut kemudian baru akan menjual minyak tanah yang telah mereka timbun tersebut.
Ada beberapa variasi definisi dari bentuk white-collar crime. Variasi definisi tersebut antara lain: Avocational Crime, Corporate Crime, Economic Crime, Occupational Crime, Organizational Crime, Professional Crime, Upperworld Crime dan Cyber Crime.3 Avocational Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang menolak pandangan dari masyarakat atas cap sebagai penjahat, dilakukan oleh seseorang yang tidak memikirkan dirinya sendiri sebagai seorang penjahat dan dimana sumber utama dari status atau pendapatan itu adalah sesuatu selain dari kejahatan (Geis, 1974a, p. 273). Corporate Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang terdiri dari pelanggaran-pelanggaran yang dijalankan oleh pejabat-pejabat korporasi untuk perusahaan-perusahaan mereka dan pelaku-pelaku dari korporasi itu sendiri (Clinard and Quinney, 1973, p. 188). Economic Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang mengacu pada segala bentuk yang bukan kekerasan, aktivitas ilegal yang secara prinsipnya melibatkan penipuan, penyajian yang keliru, penyembunyian, manipulasi, pelanggaran kejujuran, berdalih, dan penolakan ilegal terhadap peraturan (American Bar Association, 1976).
Occupational Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang terdiri dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh individu-individu untuk diri mereka sendiri dalam kaitannya dengan pekerjaan-pekerjaan mereka dan pelanggaran-pelanggaran dari para pekerja yang melawan terhadap majikannya (Clinard and Quinney, 1973, p. 188). Organizational Crime adalah bentuk kejahatan yang melibatkan tindakan-tindakan ilegal yang diambil sesuai dengan tujuan-tujuan organisasional operatif yang secara serius (baik secara fisik maupun secara ekonomi) membahayakan pekerja-pekerja, para pelanggan, atau pun masyarakat umum (Schrager and Short, 1978, pp. 411-412).
Professional Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang merupakan tingkah laku ilegal demi keuntungan ekonomi atau bahkan untuk sebagai mata pencaharian ekonomi yang melibatkan suatu karir kriminal yang sangat berkembang, kemampuan yang sangat tinggi, status tinggi diantara pelaku-pelaku kriminal, dan deteksi yang dapat dihindarkan secara sukses dengan adil (Clinard and Quinney, 1973, p. 246). Upperworld Crime adalah suatu bentuk kejahatan yang mengacu pada tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh mereka yang terkait dengan posisi mereka didalam struktur sosial, telah memperoleh macam-macam spesialisasi dari celah-celah pekerjaan yang penting bagi jabatan dari para pelaku pelanggaran (Geis, 1974b, p. 114). Cyber crime adalah suatu bentuk kejahatan yang merupakan tindakan yang merugikan masyarakat yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi maya atau kemajuan telematika.
Ada beberapa hal yang membedakan white-collar crime dengan kejahatan konvensional. Hal dasar dari pembedaan diantara keduanya adalah bahwa pada white-collar crime umumnya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki status sosial tinggi, sedangkan kejahatan konvensional pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari golongan status sosial menengah sampai rendah. Contoh bentuk nyata dari kejahatan konvensional ini adalah kejahatan jalanan. Hal lain yang membedakan antara white-collar crime dengan kejahatan konvensional adalah biasanya pelaku white-collar crime memiliki status ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pelaku dari kejahatan konvensional. Bentuk white-collar crime pun harus selalu terkait dengan pekerjaan dari pelakunya, sedangkan bentuk kejahatan konvensional tidak harus selalu terkait dengan pekerjaan dari pelakunya.
Hal-hal yang membedakan antara white-collar crime dengan kejahatan konvensional juga dapat disebutkan bahwa anggota kelas sosial ekonomi atas yang banyak menjadi pelaku white-collar crime pada umumnya memiliki kekuasaan politik dan finansial yang lebih besar, sedangkan anggota kelas sosial ekonomi rendah yang banyak menjadi pelaku kejahatan konvensional pada umumnya memang memiliki kekuasaan politik dan finansial yang lebih rendah. Ada hal lain yang lebih mendasar dari perbedaan bentuk white-collar crime dengan bentuk kejahatan konvensional, yaitu bahwa bentuk white-collar crime sangat lebih merugikan masyarakat dibandingkan dengan bentuk kejahatan konvensional. Karena pada umumnya para pelaku white-collar crime melakukan tindak kejahatannya tersebut dalam skala besar secara nominal.

1 Mustofa, Muhammad, Kriminologi: Kajian Sosiologis Terhadap Kriminalitas, Perilaku Menyimpang dan Pelanggaran Hukum (Depok: FISIP UI Press, 2007), hal. 82-83.
2 Mustofa, Muhammad, Kriminologi: Kajian Sosiologis Terhadap Kriminalitas, Perilaku Menyimpang dan Pelanggaran Hukum (Depok: FISIP UI Press, 2007), hal. 127.
3 Hagan, Frank E., Introduction to Criminology: Theories, Methods and Criminal Behavior (Chicago: Nelson Hall, 1986), p. 101.

Thursday, January 14, 2010

Penjaga Percetakan yang Aneh

Kelapa Dua, 140110, 5.24 pm

...

saya datang.

saya: mau nambahin puisi nih mas buat buku yasinnya. nambah berapa lagi buat ongkos cetak?
tukang cetak: emang berapa halaman?
saya: cuma segini. (sambil menunjukkan buku note)
tukang cetak: gratis aja itu mah buat langganan.
saya: (dalam hati) langganan? saya gak minat mau jadi langganan percetakkan buku yasin. sama sekali gak berminat.

saya pulang.

...

Sunday, December 27, 2009

miss u, daddy..

malam ini adalah malam ke-8 aku tidak lagi melihat ayahku dirumah..

Daddy, I love you
For all that you do.

Thank you for the laughter,
For the good times that we share,

Thanks for always listening,
For trying to be fair.

Thank you for your comfort,
When things are going bad,

Thank you for the shoulder,
To cry on when I'm sad.

I'll always be thanking Allah SWT
For giving me a Special Dad like you..

Friday, December 25, 2009

love u sooooo......


i love you, daddy..
you are my hero..
and you're always in my dreams..
i love you, daddy..
you are my superstar..

Saturday, December 5, 2009

Colonial Heritage: Materialistic and Poverty Culture

KEHIDUPAN masa silam di Batavia bisa dibaca dari dagboek, dagelijks journaal alias catatan harian atau lewat novel yang berlatar belakang masyarakat Eropa di Hindia Belanda. Kisah dalam novel bisa sangat tepat mengambil kondisi sosial pada saat itu, dengan karakter utama orang Eropa golongan elite yang berkuasa, pejabat tinggi pemerintah, insinyur sipil, perwira tentara, hakim, pengusaha, pemilik perkebunan, atau dokter.

Misalnya, kisah tentang bagaimana bangsa Eropa hidup terpisah dari penduduk pribumi. Penduduk pribumi biasanya tinggal di kampung sedangkan orang Belanda memiliki rumah atau tinggal di pondokan di blok Eropa di kota atas yaitu Rijswijk, Noordwijk, Weltevreden, Koningsplein. Para pria kulit putih itu biasanya berkeluarga, menikah dengan perempuan kulit putih atau Eurasia dari keluarga berada. Sementara para bujangan kebanyakan terlibat asmara bahkan kumpul kebo dengan perempuan pribumi atau Eurasia jelata.

Dari cerita berjudul "Indisch-gasten of Nederlandsch-Indiers" yang muncul di Bataviaasch Nieuwsblad 1890 diketahui bahwa dari perbincangan dan pemikiran orang-orang Belanda itu ternyata mereka tinggal di Hindia Belanda hanya untuk selingan menuju hidup enak yaitu pulang ke tanah air dengan pensiun penuh kemakmuran. Mereka harus bertahan di Hindia Belanda sedikitnya 10 tahun, paling lama 20 tahun.

Selain itu, Gerard Termorshuizen dalam PA Daum "Tentang Kehidupan Kolonial di Batavia" yang tersaji dalam Jakarta Batavia; Esai Sosio-Kultural, menyebutkan, aktivitas dan ambisi kebanyakan kaum totok (Belanda) diarahkan menurut perencanaan karier mereka, bahkan kalau mungkin didukung oleh nepotisme tak bermoral, mencari banyak uang, hidup enak dan tidak ketinggalan, menarik perhatian semua orang.

Khususnya di Batavia, kedudukan sosial ditentukan oleh kekayaan dan hasrat untuk menonjolkan diri lewat penampilan luar, dalam kelompok orang lain. Penggambaran tentang mentalitas tersebut diturunkan dalam novel berjudul Nummer Elf lewat karakter bernama Lena Bruce yang datang ke Batavia, dari kota lain. Pameran mentalitas materialistis melalui ukuran dan keindahan rumah serta taman mereka, jumlah dan jenis kereta yang mereka miliki, sampai pada kemegahan resepsi dan pesta yang mereka gelar. Termasuk, tentu, dalam hal pendapatan seseorang dan prospek bagus seorang pria yang akan menentukan apakah orang tua akan melepas anak gadisnya saat dilamar.

Adalah Paul Daum, lahir di Den Haag pada 1850, yang bekerja di Jawatan Kereta Api Belanda sebelum akhirnya menempuh karier sebagai wartawan dan novelis di kota kelahirannya. Pria itulah yang menorehkan cerita tentang perilaku para totok di Batavia. Di tahun 1878 ia diangkat sebagai redaktur di surat kabar De Locomotief di Semarang dan dalam waktu setahun, ia menyabet jabatan pemimpin redaksi. Setelah bekerja di De Locomotief, ia digaet Het Indisch Vaderland (juga di Semarang) sampai akhirnya ia berlabuh di Bataviaasch Nieuwsblad sejak Desember 1885.

Daum tak lupa menceritakan realitas kehidupan bangsa Eropa di Batavia yang tak terlalu peduli pada seni. Tokoh-tokoh Daum digambarkan sebagai tokoh yang mirip dengan keadaan yang sebenarnya, di mana mereka lebih suka berpesta, mencari jodoh, main biliar, kartu, dan mabuk berat, pokoknya bersantai di De Harmonie atau Concordia. Tapi tak pernah dijumpai di teater Batavia di Passer Baroe ketika sebuah konser atau peristiwa budaya dipentaskan. Sebagai wartawan, ia tak lelah meneriakkan miskinnya kehidupan budaya di Batavia.

Dalam sebuah artikel di surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad edisi Mei 1886, Daum bahkan mempertanyakan, “Apa yang pasti ditangkap orang asing ketika tiba di Batavia, adalah nihilnya hiburan publik. Ada kelab tempat orang berkumpul untuk membaca, ngobrol, atau bermain biliar tapi itu hanya untuk tuan-tuan terhormat. Ada teater bagus, tapi untuk apa? Jarang dipakai…Kota itu sendiri tak punya tokoh aktor…Sebuah gedung bagus tapi tidak ada apapun di dalamnya."

Rupanya, mentalitas seperti yang digambarkan Daum melalui proses pengamatan dan presentasi realistis dalam novel-novelnya masih terjadi hingga kini. Di Jakarta, masa depan Batavia, di mana kisah Daum dulu juga berpusat, mentalitas seperti yang tergambar di atas makin dipertajam dengan minimnya pemahaman tentang kebudayaan bangsa sendiri, minimnya kegiatan kebudayaan, terlebih dengan kebijakan pemutaran sinetron tak bermutu, juga program tv lain, yang makin merusak mental bangsa ini. Nepotisme juga masih jadi kata pamungkas, demikian pula korupsi demi hidup nyaman hingga anak cucu cicit dan kroni-kroni.

http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/12/05/10390866/Materialistis.dan.Miskin.Budaya..Warisan.Kolonial

Wednesday, November 11, 2009

Flat shoes bisa berbahaya bagi kaki lho!!!

Kita pernah mendengar bahwa stilletto dan high heels sangat berbahaya bagi kaki. Tapi ternyata sekarang ada penemuan yang mengungkap bahwa mengenakan flat shoes sama berbahayanya. Dokter spesialis kaki bahkan menyemangati para wanita untuk mengenakan high heels seks mereka untuk membuat kaki jadi sehat.
Podiatris (ahli spesialis kaki) mulai banyak menangani kasus kaki wanita yang terluka karena keseringan menggunakan flat shoes. Flat shoes di sini mencakup semua alas kaki yang tidak memiliki hak, seperti ballet pumps, sandal jepit, sepatu sandal teplek, dan lain-lain. Meskipun nyaman, flat shoes dapat mengakibatkan berbagai cedera pada kaki, rasa sakit pada tulang betis, sakit punggung, bahkan arthritis.
Menurut Foxnews.com, Mike O’Neill, dokter spesialis bedah kaki dan juru bicara untuk Society of Chiropodists and Podiatrists dari Amerika Serikat, memberitahukan bahwa selama tiga-empat tahun terakhir ini keluhan yang datang dari mereka yang mengenakan flat shoes seperti ballet pumps atau sandal jepit meningkat tajam. Flat shoes yang benar-benar datar yang dipakai pada periode yang lama dapat menyebabkan masalah, sama seperti high heels yang terlalu tinggi. Kaki wanita tidak didesain untuk bertahan pada sepatu-sepatu semacam itu. Ukuran hak sepatu yang ideal adalah sekitar dua-tiga sentimeter.
Flat shoes merusak tubuh kita dalam beberapa cara. Pertama, mereka dapat menyebabkan orang-orang menyeret kaki, bukannya berjalan, yang akibatnya dapat merusak postur tubuh. Jika Anda mengenakan ballet pumps untuk waktu yang lama, bagian belakang sepatu Anda akan menurun, sehingga Anda seakan-akan memakai sandal. Jadinya Anda akan cenderung berjalan menyeret kaki.
Masalah paling buruk yang disebabkan flat shoes bagi kaki adalah sepatu ini menyebabkan telapak kaki mengulung ke dalam sehingga membuat otot dan ligamen tertarik. Hal ini akan membuat jari-jari kaki tidak lagi selaras dengan telapak kaki secara keseluruhan. Lebih jauh lagi, ketika telapak kaki tertekuk ke dalam, tempurung lutut pun tertarik. Jika dipaksa berjalan dengan sudut yang salah seperti ini, tempurung lutut dapat terasa panas, sakit, dan kasus terburuknya bisa mengakibatkan arthritis. Berjalan menanjak atau berlari dengan flat shoes bisa membawa masalah, karena kurangnya dukungan (akibat hak yang terlalu rendah) akan membuat tulang betis nyeri.
Meski begitu, dr. O’Neill tidak merekomendasikan menghidari flat shoes sama sekali. Lagipula, tidak semua wanita senang jalan-jalan dengan sepatu super tinggi seperti Posh Spice. Menurut dr. O’Neill, mengenakan flat shoes selama beberapa hari dalam seminggu tidak apa-apa. Masalah baru muncul kalau orang-orang mengenakannya terus-terusan selama enam bulan atau lebih
Sementara penelitian berbeda dari Italia menyebutkan bahwa wanita yang mengenakan high heels setinggi tiga sampai lima sentimeter dapat menikmati hubungan seks lebih baik daripada mereka yang tidak. Ternyata postur tubuh wanita yang memakai high heels memperbaiki otot panggul yang bisa menciptakan klimaks luar biasa.

Wednesday, November 4, 2009

Sejarah Yunani Kuno: Mitologi Dewa Dewi Yunani Kuno

1. Dewa Ares Hide
dewa ares
Dengan nafsu untuk menghancurkan secara bengis dan kejam pada legendanya, merupakan cerminan sifat manusia yang paling buruk. Ia menjelajahi bumi menebar kehancuran dan kekejaman hingga nyanyian ratapan korbannya membahana di langit.

Dalam perang Troya, dengan kekuatannya ia membantu prajurit Troya, Hector. Tapi Ares bukanlah pahlawan, ia tidak lebih merupakan pengecut yang lari dari medan laga saat terluka. Bahkan tangisnya terdengar di Gunung Olympia. Kini, berabad-abad setelah kejatuhan Troya, Ares masih menebarkan bayang-bayangnya diseluruh dunia. Nafsunya akan kehancuran dan kepedihan bergema di sepanjang zaman.


2. Dewa Hephaestus Hide
Dewa Hephaestus
Di atas gunung Olympia, semua dewa lain berparas tampan. Kecuali Hephaestus yang digambarkan buruk rupa. Menurut legenda, karena ada perselisihan, Zeus melemparkan Hephaestus ke bumi dan membuat kakinya menjadi pincang selamanya.

Apapun kekurangan yang ada dalam dirinya, ditutupi Hephaestus dengan kekuatan yang luar biasa. Dan meski ia cacat, atau mungkin justru karena itu ia ahli menciptakan objek-objek yang sangat indah. Dari bengkel kerjanya jauh di dalam bumi, penguasa api dan tempaan ini menciptakan istana, makam dan baju dewa-dewi, seperti: halilintar Zeus dan baju baja Athena.

Dalam perang Troya, ia juga menciptakan baju baja baru bagi Achilles. Tapi pengabdian sebenarnya tidak terwujud dalam perang tapi perdamaian, sebab ia juga dewa pelindung bagi seniman dan pengrajin. Hephaetus yang baik hati telah melimpahkan keindahan dan keahliannya pada umat manusia. Watak lemah lembutnya nampak dalam detil desain artistik dan pertasi manusia yang besar terhadap seni.


3. Dewa Dionysus Hide

Dewa Dionysus
Satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk.

Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.

Tapi Dionysus juga dikenal sebagai dewa teater dan beberapa puisi kuno terbesar dipersembahkan baginya. Dan semua yang terlibat, mulai dari penulis, aktor dan penyanyi, dianggap sebagai pelanyannya. Jadi lain kali kalau anda minum anggur, bersulanglah untuk Dionysus. Tapi ingatlah garis tipis antara BERKAT dan KEHANCURAN yang terdapat dalam kenikmatan anggur tersebut.


4. Dewi Demeter Hide

Dewi Demeter
Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia.

Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur di atas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan dibekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.


5. Dewa Poseidon Hide

dewa poseidon
Dengan air lebih dari 70 persen menutupi permukaan bumi adalah wajar apabila ditunjuk seorang dewa yang bertugas mengatur laut dan semua keajaibannya. Poseidon-lah yang bertugas untuk itu. Seperti laut yang temperamental, ia mengatur daerah kekuasaannya jauh dibawah permukaannya.

Selama perang, Poseidon memihak Yunani, kaum pelaut. Tapi saat berlayar pulang, karena sombong atas kemenangan mereka, Poseidon menurunkan badai dan memporak-porandakan armada mereka.
Apakah melalui hembusan angin lembut maupun ombak ganas, Poseidon dengan trisula ditangan masih berbicara pada kita saat ini, sebuah kekuatan yang sama abadinya dengan gelombang pasang.


6. Dewa Zeus Hide

dewa zeus
Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur dewa dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. Dengan senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti dibumi dan dikahyangan. Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit tapi Zeus menolah berpihak. Ia menggunakan timbangan emasnya untuk menyeimbangkan takdir pahlawan-pahlawan Troya.

Dewa segala dewa ini sama sekali bukan teladan kebajikan. Suami yang paling tidak setia, mengejar dewi-dewi, meninggalkan jejak kecurangan, kesedihan dan kekerasan di masa lampau. Dari perayaan internasional Olimpiade, kuil yang menakjubkan dan monumen untuk menghormatinya, legenda Zeus tetap kuat sebagaimana dewa itu sendiri.


7. Dewi Hera Hide

dewi hera
Sebagai saudari sekaligus istri Zeus, Hera adalah ratu dikahyangan dan menjadi sumber keirian dan kecemburuan bagi dewi lain di Gunung Olympia. Dia cantik dan juga licik. Hera adalah pelindung yang waspada bagi wanita yang sudah menikah karena ia sangat mengerti kepedihan pahit akibat ketidaksetiaan.

Dan meskipun ia sangat sopan, ia sering mendendam pada mereka yang menghalangi niatnya. Karena Paris memutuskan dewi Aphrodite lebih cantik darinya, ia menjadi musuh besar bagi Troya yang tanpa ampun menggunakan kekuatannya bagi prajurit Yunani hingga Troya luluh lantak. Legenda Hera mengungkapkan arti pepatah: “Amarah neraka tak seberapa panas dibandingkan amarah wanita yang terhina”.


8. Dewa Hermes Hide

dewa hermes
Hermes adalah dewa yang selalu bergerak. Terompah bersayap dengan tongkat perlindungan ditangannya, ia paling dikenal sebagai utusan Zeus dan pelindung para pengelana. Sesuai dengan itu, ia juga dewa pencuri dan perniagaan.

Dikisahkan pada masa kecilnya ia mencuri kawanan ternak Apollo kemudian membuat harpa dari rumah kura-kura sebagai permohonan maafnya. Dikisahkan ia menolong Odysseus saat pulang dari Troya, dan sejak itu ia dihargai sebagai penolong para pengelana. Terkenal karena kekuatan fisiknya, ia juga dikenal sebagai pencipta olahraga balap lari karena ia selalu berlari cepat untuk menyampaikan pesan para dewa.

Sebagai pembawa keberuntungan dan kemakmuran, Hermes lebih sering muncul dalam mitos dibandingkan dewa-dewa lain sehingga membuatnya paling disukai selain dewa lain di Gunung Olympia.


9. Dewi Athena Hide

Dewi Athena
Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang ia membanggakan kepandaian dewatanya dan kekuatannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja, sebagai anak Zeus.

Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani.

Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.


10. Dewi Artemis Hide

Dewi Artemis
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini terampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya.

Baru setelah Yunani mengorbankan putri sulung Agamemnon bagi Artemis angin tersebut mereda. Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.

11. Dewa Apollo Hide

Dewa Apollo
Apollo, Dewa nubuatan, musik dan penyembuhan, memberikan kebijaksanaan sebagai perantara antara dewa dan manusia. Dengan kepandaian yang tinggi, bagai anak panah yang lepas dari busurnya, dikisahkan dia adaalah dewa pertama yang mengajar manusia seni pengobatan dan penyembuhan termasuk lewat musik.

Ia dianggap membantu manusia mencapai potensi sepenuhnya dengan anugerah pencerahannya. Selama perang Troya, dipercaya bahwa Apollo berpihak dan menolong prajurit Hector di medan laga. Saat genting, ia lepaskan anak panah berapi ke orang-orang Yunani dari kereta perangnya di langit.

Berabad-abad kemudian, ketika manusia menjelajahi angkasa dengan tepat mereka menamakan misi ke bulan: Apollo, nama dewa yang mengilhami manusia untuk mencapai angkasa.

12. Dewi Aphrodite Hide

Dewi Aphrodite
Aphrodite, dewi asmara dan kecantikan. Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus. Kisah lain, ia bangkit dari gelombang samudera terbentuk secara sempurna dan luar biasa menarik. Kecantikannya begitu mendebarkan dan membuat iri semua dewi lain di Gunung olympia.

Dikisah Paris menentukan ia sebagai yang tercantik diantara semua dewi dan menghadiahkan padanya apel emas. Sebagai balasannya, Aphrodite memberikan Helen, wanita tercantik dibumi. Tapi tindakannya membangkitkan amarah Menelaus, Raja Sparta. Itulah penyebab terjadinya Perang Troya.

Aphrodite berpihak pada Troya dan setelah kekalahan mereka, dengan kekuatannya ia melindungi Aeneas, parajurit Troya. Dengan tawanya yang memikat dan kecantikan yang tak tertandingi ia bisa merayu dewa atau manusia manapun yang begitu ia dambakan. Dan dalam cinta segitiga, ia nikahi Hephaestus, dewa Gunung Olympia yang paling bersahaja.

Sementara ia terus berselingkuh dengan Ares, dewa yang paling brutal.
Aphrodite: sensual, misterius, perayu yang berbahaya ini telah salah satu sifat mendasar dari wanita sepanjang zaman.

Selain dewa dewi yang disebutkan diatas ada juga beberapa dewa dewi yang mungkin belum anda ketahui.. Yuk kita baca kelanjutannya..

13. Dewi Hestia Hide

Dewi Hestia
Dalam mitology Hestia adalah dewi pelindung rumah, keluarga dan perapian.






















14. Dewa Sol Helios Hide

Dewa Sol Helios
Sol helios adalah dewa matahari, putra titan Hyperion dengan titanid Theia, saudara Luna, dewi bulan yang pucat, dan Aurora, dewi fajar keemasan. Tiap hari dia melintasi angkasa dengan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi dari timur ke barat memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi.

Kala senja tiba dia akan turun ke bumi menuju Sungai Ocean di ujung barat di mana menunggu perahu emas yang akan membawanya kembali ke istana emasnya di timur. Sol memiliki seorang putra dari Peri Clymene, yang bernama Phaeton.

Suatu hari Phaeton bertengkar dengan Epaphos, putra Jupiter dari Io. Epaphos menantang Phaeton untuk membuktikan bahwa dirinya sungguh putra sang dewa matahari. Phaeton kemudian pergi menghadap ayahnya agar diizinkan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi selama satu hari. Mula-mula sang ayah tak mengizinkan. Namun karena Phaeton terus mendesak akhirnya Sol memberinya izin.

15. Dewi Hebe Hide

Dewi Hebe
Hebe dalam mitology yunani adalah dewi masa muda yang paling abadi dengan kencantikan nya yang akhir nya di nikahi oleh Hercules anak Zeus.

16. Dewa Hades Hide

Dewa Hades
Hades adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam Mitologi Yunani. Hades juga dikenal dengan nama Pluto (Plouton) dalam Mitologi Romawi. Karakter Hades sering digambarkan bersama anjing berkepala tiga bernama Cerberus di dunia bawah tanah (neraka).

Di dalam kekristenan kata Hades dipakai untuk menterjemahkan kata Sheol,dalam bahasa Ibrani, yang artinya alam kubur manusia atau “dunia di bawah”. Bahasa Indonesia menerjemahkan kata Hades yang berarti alam kubur tersebut dengan kata neraka, diambil dari bahasa Sanskerta, dengan arti yang sama.







17. Dewi Luna Selena Hide

Dewi Luna Selena
Luna, dewi bulan yang pucat, tiap malam melintasi angkasa dari istana emasnya di timur dengan mengendarai keretanya yang dihela dua ekor sapi jantan bertanduk sabit. Dia memberikan cahayanya yang lembut keperakan bagi bumi di malam hari.

Dalam perjalanan dia selalu disertai bintang-bintang yang dipimpin oleh Vesper, Bintang Senja. Kala fajar menyingsing, bersama mereka dia akan menuju ke Sungai Ocean di sebelah barat dan kembali ke istananya di timur dengan mengendarai perahu.

Monday, May 4, 2009

i have to try this...

Bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, kuliah sambil kerja tentu menjadi jalan keluar untuk menambah uang saku lantaran mahalnya rata-rata biaya hidup di sana. Namun, tiap negara memiliki karakteristik berbeda untuk dilakoni, itu pun kalau Anda tertarik melakukannya.

Menurut Ping Tjuan Suharna dari Japan Study, jumlah pelajar di Jepang yang saat ini menimba ilmu sambil bekerja paruh waktu mencapai 85 persen. "Rata-rata mereka kerja selingan itu selama 20 jam per minggu," kata Suharna. Upah per jam para pelajar tersebut bisa mencapai antara 800 dan 12.000 yen atau sekitar 13.200 rupiah per jamnya.

Di sisi lain, biaya pendidikan di sekolah bahasa di Jepang saja menelan antara 680.000 dan 750.000 yen per tahun. Sementara itu, untuk biaya pendidikan di tingkat S-1 dibutuhkan dana dari 900.000 sampai 1.500.000 yen.

Nah, bisa dibayangkan, berapa besarnya biaya yang Anda keluarkan jika tanpa kerja paruh waktu? Minimal, hasil atau upah kerja tersebut bisa Anda gunakan untuk menutupi biaya hidup, baik itu untuk pergi liburan maupun sekadar beli buku tambahan di luar buku pemberian kampus.

Biaya studi di Australia lain lagi. Per tahun untuk tingkat S-1 bisa mencapai antara Rp 120 juta dan Rp 270 juta per tahun, sementara untuk S2 dari sekitar Rp 150 juta sampai Rp 300 juta rupiah per tahun. Tentunya, angka-angka tersebut belum termasuk biaya hidup, baik untuk makan, tinggal, atau liburan.

Sadar akan besarnya biaya tersebut, Pemerintah Australia pun memberikan kebijakan tersendiri sebagai jalan keluar, yaitu kebijakan kerja paruh waktu. Di masa kuliah, mahasiswa hanya boleh bekerja maksimal 20 jam per minggu. Sebaliknya, jika di waktu liburan mahasiswa boleh bekerja lebih dari 20 jam per minggu, biasanya upah kerja part time itu dari Rp 80.000 hingga Rp 150.000 per jam.

Selain itu, Pemerintah Australia juga memberikan perpanjangan visa selama 18 bulan bagi mereka yang telah lulus kuliah, baik itu di tingkat S-1 maupun S-2. Perpanjangan visa ini bisa digunakan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan di sana.

Eropa Lebih Ketat

Di Inggris pun sebetulnya hampir sama dengan Australia. Namun, khusus siswa yang belajar minimal enam bulan di Inggris akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis serta izin untuk mencari kerja paruh waktu. Maksimal sama, yaitu 20 jam per minggu selama masa kuliah dan lebih dari 20 jam pada masa liburan.

Melalui kebijakan Prime Minister Initiative (PMI) yang efektif berlaku sejak Mei 2006 lalu, Pemerintah Inggris juga memberikan kesempatan bagi seluruh siswa internasional di jalur pascasarjana (S2) untuk memperoleh izin tinggal dan bekerja secara profesional selama 12 bulan tambahan setelah lulus.

Lain halnya di Belanda. Di Negeri Kincir Angin ini, pemerintahnya membuat aturan lebih ketat untuk urusan kerja paruh waktu. Di luar musim panas, mahasiswa internasional hanya boleh bekerja selama 10 jam per minggu.

Saat musim panas waktunya lebih panjang, yaitu maksimal 8 jam per hari. Minimnya waktu untuk kerja part time ini supaya mahasiswa internasional bisa lebih fokus ke kuliah mereka.

Pengalaman Augusty Palupi di Jerman, misalnya. Mahasiswa asal Indonesia yang tengah menimba ilmu di Jerman ini mengatakan, dalam kurun waktu setahun, pelajar asing di Jerman hanya diperbolehkan bekerja selama 90 hari untuk mereka yang berkerja penuh satu hari.

Sementara itu, mereka yang kerja selama 4 jam atau separuh hari akan memperoleh waktu 180 hari kerja. "Tetapi standar gaji setiap negara tidak sama, kalau di München setahu saya minimal sekitar 7 euro per jam," kata Palupi.

Saat ini, Palupi kuliah di Ludwig Maximillian Universität, Munich, di jurusan Pedagogi. Demi menambah uang saku, Palupi bekerja sambilan di sebuah gedung teater. "Bikin makanan kecil buat para tamu, tapi Minggu depan saya mau praktikum di sebuah playgroup," kata mahasiswi kelahiran 19 Agustus 1976 ini.

Namanya sambilan, Palupi hanya kerja di hari Sabtu dan Minggu dengan upah 8 euro perjam. "Itu juga baru naik beberapa bulan lalu, sekarang lagi ingin cari kerja tambahan karena di tempat kerja yang ini sedang tidak banyak pekerjaan, jadi pendapatan saya juga berkurang banyak," kata Palupi.

Di mata Palupi, kerelaan bekerja seperti yang dilakukannya adalah hal biasa di Jerman, bahkan sangat biasa. Sebaliknya, buat mereka yang baru lulus SMA di Tanah Air, kesempatan kuliah sambil bekerja di luar negeri tentu merupakan hal baru dan sangat menyenangkan.

Hal tersebut pun diakui oleh Suharna. "Karena selain disiplin mengikuti waktu yang ketat, kebijakan kerja paruh waktu di Jepang bukan sekadar demi tambahan uang saku melainkan juga untuk membuat pelajar mandiri," kata Suharna.

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/04/29/18161967/di.luar.negeri.kuliah.mesti.sambil.kerja.dong.